Pelatih asal Kroasia tersebut juga mengingatkan beratnya agenda Persib musim ini. Selain bertarung di kompetisi domestik, Marc Klok dan kolega harus tampil di AFC Champions League (ACL) Two serta ASEAN Club Championship (ACC).
Menurut Tolic, persoalannya bukan sekadar pemain merasa lelah atau tidak. Jadwal pertandingan Persib memang sangat padat, sementara seluruh pemain di ruang ganti tetap memiliki keinginan tampil maksimal pada setiap pertandingan.
Dia menjelaskan pertandingan di Liga Champions menghadirkan level persaingan berbeda. Situasi serupa berlaku ketika Persib tampil di Shopee Cup. Kondisi semakin menantang karena tim harus memainkan pertandingan setiap tiga hari dengan lawan yang dia gambarkan memiliki level seperti Persija Jakarta atau Dewa United.
Situasi tersebut membuat rotasi dan pemilihan pemain menjadi bagian penting dari pekerjaannya. Karena itu, Tolic tidak mempermasalahkan apabila suporter mempertanyakan taktik maupun rotasi yang diterapkan tim pelatih.
Tolic justru menyayangkan kritik yang diarahkan khusus kepada Kakang. Menurut pelatih berusia 48 tahun itu, mengkritik pemain secara personal bukan sesuatu yang tepat. Kritik terhadap strategi, taktik atau rotasi pelatih masih dianggap sebagai bagian wajar dari sepak bola.