Koji mengakui hasil melawan Singapura tidak sesuai dengan harapan. Kamboja sempat tampil dominan pada babak kedua, tetapi gagal mempertahankan skor imbang hingga pertandingan berakhir.
“Sayangnya, kami tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan saat melawan Singapura. Padahal kami telah mempersiapkan pertandingan pertama tersebut dengan baik, namun sekarang kami beralih untuk bersiap, fokus pada pertandingan berikutnya melawan Indonesia,” ucap dia.
Waktu persiapan yang terbatas membuat Koji tidak memiliki banyak kesempatan merombak permainan. Fokus utama Kamboja kini terletak pada pemulihan kondisi pemain dan penyesuaian taktik untuk menghadapi Indonesia yang mendapat dukungan penuh suporter di Pakansari.
Koji tetap percaya kekuatan Kamboja terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan itu ditopang pembinaan pemain muda yang dibangun sejak era Keisuke Honda serta kehadiran sejumlah pemain naturalisasi dari Jepang dan Brasil.
“Selama Keisuke Honda menjadi pelatih kepala tim nasional, beliau juga membina akademi pelatih, khususnya untuk kelompok umur U-18 hingga U-16. Kemudian pada tahun 2024, saya menjadi pelatih kepala tim nasional. Sekarang kami memiliki pemain naturalisasi baru dari Jepang dan juga Brasil. Selain itu, kualitas individu para pemain juga sangat berkembang. Kami senang melihat hal tersebut,” kata Koji.