Koji juga berusaha memasukkan karakter sepak bola Jepang ke dalam permainan Angkor Warriors tanpa menghilangkan identitas lokal. Dia menilai peningkatan kemampuan individu akan memberi pengaruh besar terhadap kekuatan tim secara keseluruhan.
“Ketika kemampuan individu pemain berkembang, tim secara keseluruhan juga ikut berkembang. Kami juga berusaha mengadaptasi gaya permainan Jepang, sambil tetap melihat budaya sepak bola Kamboja, lalu memadukannya,” tutur dia.
Kepercayaan diri paling berani disampaikan Hul Kimhuy. Penjaga gawang Kamboja tersebut mengakui Indonesia merupakan salah satu tim terkuat di Grup A, tetapi dia tetap memasang target kemenangan.
“Mengenai pertandingan besok, seperti yang kita tahu, sebagai pemain harapan saya adalah memenangkan pertandingan. Namun, kita tahu Indonesia adalah tim yang kuat di grup ini. Walaupun begitu, harapan saya tetap menang, 100 persen yakin,” ungkap dia.
Pernyataan Hul menjadi peringatan bagi Timnas Indonesia agar tidak lengah. Pelatih Skuad Garuda, John Herdman, juga menilai Kamboja memiliki organisasi permainan dan kedisiplinan yang dapat menyulitkan timnya.
Indonesia sendiri akan menjalani pertandingan pertamanya di Piala AFF 2026. Kemenangan dibutuhkan sebagai modal awal sebelum menghadapi Timor Leste, Vietnam, dan Singapura dalam persaingan Grup A.
Kamboja mungkin datang dengan kondisi belum sepenuhnya pulih, tetapi kepercayaan diri mereka tidak berkurang. Skuad Garuda harus membuktikan kualitas di lapangan untuk meredam sesumbar Angkor Warriors sekaligus membuka turnamen dengan tiga poin.