Ricky menilai angka Rp5 miliar relatif kecil jika dibandingkan dengan penjualan jersey Timnas Indonesia yang sempat tinggi di pasaran. Dia menyebut permintaan saat itu sangat besar di kalangan pencinta sepak bola.
"Padahal kalau kita lihat booming-nya Timnas kala itu, jersey sangat banyak diperlukan pecinta sepak bola. Penjualannya bombastis, tapi biaya produksi yang relatif murah ini justru tidak dibayarkan," ujarnya.
Ricky juga menyinggung kondisi Timnas Indonesia yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Dia menduga situasi tersebut berpengaruh terhadap komitmen pembayaran.
"Kemungkinan ya, karena memang kondisinya pada saat itu Timnas tidak masuk, tidak lolos Piala Dunia, akhirnya tidak ditebuslah sama Erspo," ungkap Ricky.