“Seperti diketahui bulan Mei adalah bulan yang banyak sekali agenda-agenda yang tentunya dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang di luar daripada kewenangan atau keinginan dari aspek sepak bola itu sendiri,” katanya.
Dia juga menyebut sejumlah stadion di Pulau Jawa belum memungkinkan untuk menggelar pertandingan berisiko tinggi seperti Persija kontra Persib.
“Nah, oleh karena itu karena di Jakarta ini adalah kota metropolitan, beberapa tempat kita carikan solusi, karena itu menjadi kewenangan daripada liga, di Jawa, di stadion-stadion yang lain, tetapi memang situasinya juga masih belum terlalu baik untuk digelar,” tuturnya.
Operator kompetisi akhirnya memilih tidak mengambil risiko. Laga dipindahkan ke Kalimantan Timur dengan pertimbangan keamanan dan kesiapan lokasi.
Pertandingan tetap digelar dengan kehadiran penonton, tetapi tanpa suporter tim tamu sesuai hasil koordinasi dengan pihak keamanan.
“Sehingga Liga memutuskan untuk digelar di Kalimantan Timur, ya, di Samarinda tepatnya. Waktunya sama, tanggal 10, jamnya tetap 15.30 WIB. Stadionnya di Stadion Segiri, Samarinda. Tetap dengan suporter, tapi tanpa suporter tamu,” ujar dia.