Bagi Timnas Iran, langkah Taremi datang di waktu yang krusial menjelang Piala Dunia 2026. Kehilangannya menjadi pukulan berat bagi persiapan tim berjuluk Team Melli itu dalam menghadapi turnamen terbesar di dunia pada Juni mendatang.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) kini berupaya keras membujuk Taremi agar mengubah keputusannya. Para pejabat khawatir meninggalkan sepak bola top Eropa dapat membuat performanya menurun, yang berdampak langsung pada kekuatan tim nasional di ajang Piala Dunia.
Meski risiko itu ada, Taremi tetap teguh pada pilihannya, menegaskan komitmen pada tanah air lebih tinggi daripada prestise profesional di klub-klub Eropa.
Keputusan Taremi menjadi simbol patriotisme ekstrem di dunia sepak bola modern, di mana seorang pemain elit meninggalkan sorotan internasional demi tugas nasional di tengah krisis negara.