Joel Glazer menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan sepak bola Eropa, tetapi mengakui European Super League bukan solusi yang tepat. Dia juga meminta maaf karena proyek tersebut dinilai tidak cukup menghormati tradisi promosi, degradasi, dan piramida kompetisi.
"Ini adalah klub sepak bola terbesar di dunia, dan kami meminta maaf tanpa syarat atas keresahan yang terjadi selama beberapa hari terakhir," tulisnya.
Rencana European Super League akhirnya runtuh menyusul gelombang penolakan dari pendukung dan otoritas sepak bola. Sejak saat itu, keluarga Glazer relatif jarang memberikan penjelasan terbuka kepada suporter di tengah berbagai persoalan klub.
Kini, rumor penjualan kembali mencuat saat MU menghadapi salah satu periode sulitnya. Namun, masa depan kepemilikan Setan Merah masih bergantung pada keputusan keluarga Glazer dan ada tidaknya investor yang bersedia memenuhi valuasi klub.