Masalah utama yang masih dihadapi negara-negara Amerika adalah konsistensi. Mereka mampu menyamai intensitas permainan tim Eropa dalam periode tertentu, tetapi kesalahan kecil sering berujung pada kekalahan di pertandingan besar.
Selain itu, tantangan pembinaan pemain juga berbeda. Kompetisi domestik di Amerika Selatan masih menghadapi keterbatasan finansial dibanding liga-liga elite Eropa sehingga banyak talenta muda memilih hijrah lebih cepat.
Sementara Amerika Utara memang terus berkembang melalui peningkatan akademi dan kualitas Major League Soccer, tetapi pengalaman mereka masih belum sepanjang budaya sepak bola Eropa yang telah dibangun selama lebih dari satu abad.
Meski dominasi UEFA begitu kuat, harapan bagi benua Amerika belum sepenuhnya hilang. Argentina masih berpeluang mempertahankan gelar juara dunia, Amerika Serikat dan Kanada terus melahirkan generasi berbakat, Meksiko memiliki calon bintang muda Gilberto Mora, sedangkan regenerasi Kolombia juga dinilai menjanjikan untuk turnamen-turnamen berikutnya.