Akibat insiden tersebut, bus yang membawa rombongan Persib mengalami kerusakan. Sejumlah koper milik pemain dan ofisial juga dilaporkan dijarah.
Situasi semakin sulit ketika dua personel Persib, yakni Media Officer EPA Pandu Persada dan perwakilan Akademi Persib bernama Ridwan, terpisah dari rombongan.
Keduanya sempat berada di area toilet rest area sebelum berusaha kembali menuju bus. Namun, banyaknya orang di lokasi dan kondisi yang tidak kondusif membuat mereka kesulitan bergabung dengan anggota tim lainnya.
Bus Persib U-18 akhirnya melanjutkan perjalanan lebih dahulu, sementara Pandu dan Ridwan masih tertinggal di lokasi kejadian.
Pandu kemudian dilaporkan mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan sejumlah orang yang terlibat penyerangan. Untuk menghindari ancaman lebih lanjut, dia berlindung di sebuah tempat tambal ban di kawasan rest area.