“Dengan penuh kesedihan dan rasa frustrasi karena tak bisa menuntaskan apa yang telah kami mulai, saya tetap berdiri tegak karena bangga atas musim ini dan usaha luar biasa yang telah kami lakukan,” tambahnya.
Pena sempat menyiratkan adanya dinamika internal di tubuh tim selama beberapa bulan terakhir. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa skuad tetap solid dan berkomitmen penuh hingga pertandingan terakhir.
“Bulan-bulan terakhir ini penuh pengorbanan, kebahagiaan, dan tantangan yang hanya dimengerti oleh kami yang berada di dalam tim. Meski begitu, kami tetap menjaga kekompakan dan terus bersaing di papan atas klasemen,” lanjutnya.
Tak lupa, pelatih berusia 41 tahun itu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemain, staf, dan suporter Persija, The Jakmania, yang telah memberikan dukungan luar biasa.
“Saya sangat berterima kasih kepada para pemain atas dedikasi dan rasa hormat mereka, kepada staf klub yang setia mendampingi, dan para suporter yang selalu memberi semangat di stadion maupun di jalanan,” ucap Pena.