“Mulai dari favorit, yaitu Eddie Howe. Dia telah menapaki jenjang karier di sepak bola Inggris. Dia intens. Dia memperhatikan detail,” kata Scoggins.
Menurut Scoggins, Howe cenderung menggunakan struktur menyerang 3-2-5. Saat kehilangan bola, timnya dapat turun ke formasi 4-5-1 yang rapat sebelum melancarkan serangan balik. Pendekatan tersebut dinilai bisa membantu Manchester United menemukan keseimbangan permainan.
Namun, ada persoalan yang harus segera diatasi jika Howe benar-benar datang. Sistem tekanan tinggi membutuhkan bek sayap yang mampu menjalankan tuntutan fisik dan taktik secara konsisten. Scoggins mempertanyakan kesiapan pemain Manchester United untuk menerapkan pendekatan itu, terlebih bursa transfer masih berjarak sekitar dua bulan.
“Dia akan datang ke sana dan membuat seluruh tim bergerak dengan pemahaman yang sama, sesuatu yang saat ini belum terjadi,” ujar Scoggins.
Dia menilai Manchester United membutuhkan sosok yang mampu menstabilkan situasi sekaligus menyatukan kembali para pemain. Howe dipandang bisa memberikan rencana permainan yang jelas dan membangkitkan kepercayaan diri skuad agar tidak semakin terpuruk.