“Pada saat ini, Anda membutuhkan sosok yang lebih aman dan bisa diandalkan. Dia akan datang dengan sebuah rencana. Dia akan menyatukan kembali sebagian pemain itu. Mereka tidak akan terpuruk di bawah Eddie Howe,” kata Scoggins.
Berbeda dengan Howe, Antonio Conte dinilai menawarkan perubahan yang jauh lebih ekstrem. Mantan pelatih Chelsea itu dikenal dengan sistem tiga bek dan penggunaan bek sayap, pendekatan yang menuntut para pemain Manchester United beradaptasi dengan cepat.
Scoggins menggambarkan perbedaan kedua kandidat tersebut dengan pernyataan tajam. “Eddie Howe mungkin akan memadamkan api. Antonio Conte justru akan menyalakan api.”
Menurut dia, Conte bukan tipe pelatih yang membiarkan pemain bermain tanpa disiplin taktik. Sistemnya menuntut kerja keras, kepatuhan, dan perubahan peran yang tegas. Meski pendekatannya kerap menghasilkan kesuksesan, penerapannya di Manchester United berpotensi menimbulkan persoalan jika skuad belum siap.
“Ini bukan soal suasana hati. Ini bukan bermain sesuka hati. Ini perubahan taktik otomatis. Dia membuat para pemain menderita dan mereka harus merasakan itu untuk bermain dalam sistemnya. Namun, ke mana pun dia pergi, hasilnya adalah kesuksesan,” ujar Scoggins.