Penghormatan berlanjut ketika pertandingan memasuki menit ke-10. Laga dihentikan sejenak untuk pertunjukan kembang api dan seremoni khusus. Messi mendapat tepuk tangan meriah dari penonton yang berdiri, sementara para pemain Benin turut memberikan penghormatan secara langsung kepada sang megabintang.
Meski pertandingan dipenuhi seremoni, Messi tetap menunjukkan kontribusinya di lapangan. Dia beberapa kali mengancam gawang Benin, termasuk melalui tendangan bebas pada menit ke-26 yang berhasil ditepis kiper Marcel Dandjinou. Upaya lainnya dalam sebuah serangan balik juga digagalkan penjaga gawang tersebut.
Argentina akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-48. Messi mengirimkan sepak pojok dari sisi kiri yang disambut Nicolas Otamendi dengan tendangan kaki kanan keras ke bagian atas gawang. Gol itu membawa Argentina unggul 1-0.
Kontribusi Messi berlanjut pada menit ke-61. Kali ini, dia mengirimkan umpan dari sisi kanan kepada Nico Paz yang berdiri di luar kotak penalti. Paz melepaskan tendangan melengkung menggunakan kaki kiri yang melewati jangkauan Dandjinou dan masuk di dekat tiang gawang. Argentina memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Messi kemudian mencatatkan namanya sendiri di papan skor pada menit ke-71. Argentina mendapat hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak terlarang. Messi maju sebagai eksekutor dan melepaskan tendangan kaki kiri yang mengecoh Dandjinou, yang bergerak ke arah berlawanan.