Rekan-rekan setimnya langsung mengerumuni dan memeluk Messi untuk merayakan gol tersebut. Penonton kembali memberikan tepuk tangan meriah dari seluruh penjuru stadion. Messi pun menutup pertandingan dengan kontribusi langsung terhadap ketiga gol Argentina, yakni dua assist dan satu gol.
Dia masih mendapat kesempatan menambah gol melalui tendangan bebas pada masa tambahan waktu. Namun, bola melambung tinggi di atas mistar gawang. Kegagalan tersebut tidak mengurangi kemeriahan malam perpisahan Messi bersama Tim Tango.
Setelah pertandingan berakhir, ofisial pertandingan menyerahkan seluruh kartu kuning dan kartu merah yang ada di sakunya kepada Messi sebagai suvenir. Momen tersebut menjadi salah satu bagian unik dari perpisahan sang kapten, sebelum dia bersalaman dan berpelukan dengan rekan-rekan setim serta para pemain Benin.
Perayaan belum berakhir setelah peluit panjang dibunyikan. Para suporter tetap bertahan di tribun untuk menyaksikan rangkaian acara pascapertandingan, termasuk pertunjukan drone yang menampilkan penghormatan kepada Messi dan keberhasilan Argentina menjuarai Piala Dunia 2022.
Messi kemudian mengambil mikrofon untuk menyampaikan pesan terakhirnya kepada para pendukung sebagai pemain Timnas Argentina. Dia mengungkapkan betapa berat meninggalkan tim nasional yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
“Tidak kembali lagi akan sangat menyakitkan. Saya bersumpah ingin terus datang seumur hidup saya, karena bermain untuk Timnas Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi kepada seseorang," kata Messi dikutip dari Yahoo Sports.
Kemenangan 3-0 atas Benin menjadi penutup pertandingan yang sarat emosi bagi Messi. Selain mencetak satu gol dan memberikan dua assist, dia membawa pulang suvenir berupa kartu kuning dan merah dari ofisial pertandingan setelah menjalani salah satu momen paling berkesan dalam karier internasionalnya.