Premier League kemudian menuduh Manchester City gagal memberikan informasi finansial yang akurat, termasuk rincian pembayaran kepada pemain dan pelatih. Klub juga dituduh melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA serta aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) milik Premier League.
Manchester City sejak awal membantah berbagai tuduhan tersebut. Dalam pernyataan klub pada Februari 2023, Manchester City mengatakan dia merasa terkejut dengan dakwaan yang diberikan dan menyambut proses pemeriksaan oleh komisi independen.
Dalam pernyataan tersebut, Manchester City juga mengatakan klub memiliki bukti lengkap untuk mendukung posisi mereka dalam menghadapi tuduhan yang diajukan Premier League.
Kasus tersebut menjadi sorotan besar karena Manchester City meraih banyak gelar setelah berada di bawah kepemilikan Sheikh Mansour melalui Abu Dhabi United Group yang mengakuisisi klub pada 2008.
Manchester City telah memenangkan delapan gelar Premier League, empat Piala FA, tujuh Piala Liga, dan satu gelar Liga Champions selama periode kepemilikan tersebut. Enam dari total gelar itu diraih setelah dakwaan Premier League mulai diajukan.