Manchester City sebelumnya juga pernah menghadapi hukuman dari UEFA terkait dugaan pelanggaran Financial Fair Play. Pada Februari 2020, UEFA menjatuhkan larangan tampil selama dua tahun di kompetisi Eropa kepada Manchester City serta denda 30 juta euro.
Sanksi tersebut muncul setelah dokumen keuangan Manchester City yang dibocorkan Der Spiegel menjadi perhatian UEFA. Namun, lima bulan kemudian, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) membatalkan larangan dua tahun tersebut.
CAS membatalkan larangan itu karena dugaan pelanggaran FFP dinilai tidak terbukti atau sudah melewati batas waktu penindakan. Dalam aturan UEFA, sejumlah dugaan pelanggaran tersebut terjadi terlalu lama sebelumnya untuk dapat dijatuhi hukuman.
Meski demikian, CAS tetap menyatakan Manchester City bersalah karena tidak bekerja sama sepenuhnya dengan UEFA. Klub dinilai gagal memberikan sejumlah besar bukti yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan.
CAS menyebut pelanggaran tersebut serius dan perlu mendapatkan teguran keras. Manchester City akhirnya dikenai denda sebesar 8,8 juta poundsterling atas pelanggaran tersebut.
Kini, Manchester City kembali menghadapi proses besar di Premier League. Dengan hampir seluruh dakwaan dinyatakan terbukti, keputusan mengenai sanksi menjadi tahap berikutnya yang masih harus ditentukan.