Protes ini dipicu oleh inflasi tinggi dan kemarahan publik terhadap rezim, yang telah berlangsung lebih dari dua minggu dan menyebar ke lebih dari 180 kota di seluruh Iran. Sejumlah tokoh olahraga lainnya juga dilaporkan cedera atau tewas dalam kerusuhan ini.
Situasi politik menambah ketidakpastian bagi sepak bola Iran, termasuk persiapan menuju Piala Dunia 2026. Dengan larangan perjalanan dari beberapa negara termasuk Iran, penggemar dan pemain menghadapi tantangan besar untuk mengikuti turnamen musim panas nanti.
Presiden AS, Donald Trump, menanggapi peristiwa ini dengan mengancam tindakan terhadap pihak berwenang Iran. Trump menulis di platform Truth Social bahwa Iran akan “membayar harga besar” atas kematian demonstran dan menegaskan, "BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN."
Kasus Tarshiz menyoroti risiko yang dihadapi tokoh olahraga di tengah krisis politik Iran dan membuka perhatian dunia pada kondisi hak asasi manusia yang memburuk di negeri itu. Dunia sepak bola internasional kini menyoroti tragedi ini sebagai salah satu peristiwa paling mengerikan yang menimpa atlet di tengah konflik sipil.