Situasi semakin rumit setelah pemerintahan Trump mengumumkan perluasan larangan masuk ke AS pada Desember lalu. Kebijakan tersebut berdampak pada pendukung dari Senegal dan Pantai Gading kecuali mereka telah memiliki visa.
Trump menyebut alasan kebijakan tersebut berkaitan dengan kelemahan proses penyaringan dan pemeriksaan. Selain itu, penggemar dari Iran dan Haiti, dua negara yang telah lolos ke Piala Dunia, juga tidak diizinkan masuk ke AS.
Kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian besar bagi perencanaan perjalanan suporter dan memicu perdebatan global mengenai penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar dunia.