“Telah terbukti bahwa jika Anda lengah, itu adalah sebuah kesalahan. Pembalap seperti Álex Márquez atau Marc sendiri telah membuat kesalahan dengan bersikap lebih santai,” ucapnya.
Menurutnya, MotoGP bukan sekadar adu kecepatan, tapi juga adu konsentrasi dan kecerdasan dalam mengelola tekanan. Dalam olahraga yang bergerak dalam sepersekian detik, kesalahan kecil bisa menjadi penentu nasib seorang juara.
Xaus menilai keberuntungan Marquez kali ini adalah hasil kombinasi antara pengalaman dan disiplin tinggi. Dengan gelar dunia di tangan sebelum cedera datang, Marquez memiliki waktu untuk memulihkan diri tanpa kehilangan momentum menuju musim berikutnya.
Musim 2025 menjadi tonggak penting dalam karier Marc Marquez — bukan hanya karena gelar ketujuhnya, tapi juga karena bagaimana dia membuktikan kematangan mental dan keberuntungan berpihak pada mereka yang siap menghadapi risiko. Saat dia menjalani pemulihan, dunia balap tahu satu hal: Marquez bukan sekadar cepat, dia juga cerdas, kuat, dan... sangat beruntung.