Michel Platini Hadapi Sidang Kasus Korupsi FIFA Senin Besok

Antara
Michel Platini. (Foto: REUTERS)

Kasus Dua Presiden

Ketika Blatter lengser sebagai Presiden FIFA pada 2015, dia dengan cepat menyeret calon penggantinya dan Platini sebagai presiden Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), bersamanya.

FIFA menjatuhkan sanksi kepada kedua pria itu berupa larangan aktif dalam kegiatan sepak bola pada akhir 2015. Tuduhan terhadap Platini berkisar pada pembayaran 2 juta franc Swiss dari FIFA yang disahkan oleh Blatter pada 2011.

Jaksa Swiss menanggapi dengan membuka penyelidikan terhadap kedua pria tersebut atas tuduhan "manajemen tidak loyal", "pelanggaran kepercayaan" dan "penipuan".

Saat sidang terakhir Platini pada Senin dan Selasa di Bern, dia dan Blatter bersikeras bahwa, meskipun tidak ada kontrak tertulis, pembayaran, yang dilakukan sebelum Platini memilih untuk tidak menantang Blatter dalam pemilihan FIFA 2011, adalah untuk pekerjaan konsultasi pada 1999-2002.

Platini menegaskan pengangkatan kasus ini "direncanakan" untuk memblokir dia dari kursi kepresidenan FIFA, yang malah diraih oleh mantan orang nomor dua UEFA, Gianni Infantino.

Platini melakukan serangan balik pada akhir 2018 dengan mengajukan pengaduan ke pengadilan yang menuduh lawan tidak disebutkan namanya melakukan "kecaman fitnah" dan "asosiasi kriminal".

Situasi pun berubah pada Rabu nanti saat Platini muncul sebagai saksi dalam penyelidikan jaksa Swiss terhadap Infantino.

Terpilih pada 2016 dengan janji untuk "mengembalikan citra FIFA", Infantino tahun lalu menjadi target dari prosedur kriminal untuk dugaan "menghasut untuk menyalahgunakan otoritas", "pelanggaran kerahasiaan resmi" dan "menghalangi proses pidana" selama tiga pertemuan rahasia pada tahun 2016 dan 2017 dengan Michael Lauber, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Kejaksaan Federal Swiss (MPC).

Pertemuan tersebut memicu kecurigaan adanya kolusi atas kasus-kasus yang melibatkan FIFA.

Infantino mengatakan dia ingin menunjukkan kepada MPC "bahwa FIFA baru adalah dunia yang jauh dari yang lama", yang telah disesatkan "oleh pejabat yang korup".

Jaksa Swiss dalam kasus tersebut juga mengatakan dia ingin tahu tentang penerbangan jet pribadi yang diambil Infantino pada 2017 yang dibayar oleh FIFA.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
Soccer
9 hari lalu

FIFA Angkat Topi! Gianni Infantino Salut Sepak Bola Indonesia Melaju Pesat

Soccer
17 hari lalu

100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, Perang hingga Harga Tiket Selangit Picu Kekhawatiran Global

Soccer
19 hari lalu

Peraturan Baru Piala Dunia 2026: Pemain Dikartu Merah jika Ketahuan Tutup Mulut, Kok Bisa?

Soccer
24 hari lalu

Presiden FIFA Jamin Piala Dunia 2026 Tetap Aman meski Meksiko Memanas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal