Komentator TNT Sports Lucy Ward melihat Arteta berteriak kepada Kai Havertz, Noni Madueke, dan Christos Tzolis karena ketiganya dianggap terlambat kembali membantu pertahanan.
"Mikel Arteta benar-benar marah di pinggir lapangan karena Havertz, Madueke, dan Tzolis tidak segera melakukan recovery setelah serangan itu selesai," ujar Lucy Ward.
"Menarik melihatnya. Setelah serangan Arsenal berakhir, ketiganya berjalan kembali, lalu Mikel Arteta berlari di sepanjang sisi lapangan dan berteriak agar mereka segera kembali bertahan," katanya.
Meski sempat dibuat frustrasi, Arteta tetap memberikan pujian tinggi kepada skuadnya. Dia menilai Arsenal menunjukkan keberanian, kualitas, dan karakter saat bermain di markas tim besar Italia.
"Saya sangat senang. Ini tempat yang sangat sulit untuk datang dan lingkungan yang berbeda untuk bermain sepak bola. Saya menyukai cara kami menyerang, cara kami bersaing, rasa lapar yang kami tunjukkan, serta keinginan untuk mendominasi pertandingan," ucap Arteta.