"Tapi saya realistis tentang apa yang dibutuhkan untuk sampai ke sana. Langkah selanjutnya adalah menandatangani kontrak profesional dan kemudian memantapkan diri di sepak bola profesional, bermain secara teratur, dan terus meningkatkan kemampuan saya sebagai penyerang tengah," ujar Mitchell Baker.
Pernyataan itu memperlihatkan Baker memahami tahapan yang harus dilewati sebelum mencapai level tertinggi. Dia ingin lebih dulu mendapatkan kontrak profesional, memperoleh menit bermain reguler, serta membuktikan kualitasnya di kompetisi senior.
Dalam mengembangkan kemampuan sebagai penyerang, Baker juga memiliki sosok panutan. Dia mengaku sudah lama mengagumi Erling Haaland dan mempelajari cara pemain asal Norwegia tersebut bergerak di area pertahanan lawan.
Baker menjadikan Haaland sebagai referensi untuk mempertajam insting mencetak gol. Pergerakan tanpa bola, penempatan posisi, serta kemampuan mencari ruang menjadi aspek yang ingin terus dia pelajari.
"Dia (Haaland) adalah seseorang yang sudah lama saya kagumi," kata Baker.
Penyerang kelahiran Australia itu memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek dan neneknya. Kombinasi fisik, naluri gol, serta rencana karier yang disusunnya menjadi modal penting untuk terus berkembang.
Meski demikian, jalan menuju Premier League masih membutuhkan proses panjang. Baker harus lebih dulu membuktikan kemampuannya di level profesional sebelum mendapatkan kesempatan bersaing di kompetisi elite Inggris.
Ambisi Baker kini semakin jelas. Setelah menyelesaikan pendidikan dan memulai karier profesional pada 2027, dia ingin membangun fondasi kuat agar suatu hari bisa mewujudkan impian tampil di Premier League.