Iran menang 2-1 di Lyon, namun kedua tim gagal lolos ke babak gugur. Sejak itu, pertemuan keduanya selalu dibayangi ketegangan politik, termasuk di Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika gol Christian Pulisic memastikan kemenangan AS.
Baru-baru ini, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan kekhawatiran terkait partisipasi negaranya di Piala Dunia 2026. Dalam siaran televisi nasional Iran, ia menyatakan: "Dengan apa yang terjadi hari ini dan serangan oleh Amerika, kemungkinan besar kami tidak bisa menatap Piala Dunia, namun keputusan ada di tangan pengurus olahraga."
FIFA menegaskan aturan jika suatu tim mundur, tim pengganti akan ditentukan dari runner-up langsung kualifikasi atau tim non-kualifikasi dengan peringkat tertinggi di konfederasi terkait.
Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom, menekankan: "Kami akan memantau perkembangan dan fokus pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim dapat berpartisipasi."
Ketidakpastian ini membuat dunia sepak bola menanti keputusan resmi. Iran, yang lolos untuk ketujuh kalinya ke Piala Dunia dengan menjuarai Grup A Kualifikasi Asia, kini menghadapi situasi politik yang bisa mengubah sejarah penampilan mereka di turnamen terbesar di dunia.