TEHERAN, iNews.id – Partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026 terancam setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran.
Serangan ini menargetkan berbagai lokasi di Iran pada Sabtu lalu dan memicu balasan dengan drone dan rudal dari Iran, yang mengenai pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk termasuk Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Yordania, dan Bahrain.
Banyak penerbangan ke Timur Tengah dibatalkan dan muncul kekhawatiran serius apakah Iran akan tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, di mana mereka tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Ketegangan antara Amerika dan Iran bukan hal baru. Hubungan diplomatik terputus setelah penyanderaan kedutaan AS di Teheran pada 1979 dan konflik panjang selama lebih dari 400 hari. Dua dekade kemudian, kedua negara bertemu di Grup F Piala Dunia 1998 di Prancis di tengah konflik geopolitik.
Dalam pertemuan itu, pemain Iran memberikan bunga mawar putih kepada pemain AS sebagai simbol perdamaian. Balasan datang dari pemain AS dengan menyerahkan penanda bertuliskan AS.
Pelatih Iran saat itu, Jalal Talebi, mengatakan kepada ESPN: "Kami memutuskan untuk membuat sesuatu yang spesial. Mari kita berikan mereka bunga yang indah untuk menunjukkan bahwa kami hadir untuk perdamaian, bukan bertarung."