Kekhawatiran juga berkaitan dengan imbauan perjalanan dari Pemerintah Jepang. Panduan perjalanan Jepang untuk Qatar memperingatkan warganya agar menghindari perjalanan yang tidak penting ke negara tersebut.
Situasi ini turut memunculkan pertanyaan mengenai sikap Honda. Sebab, kebijakan perjalanan pabrikan asal Jepang itu berpotensi menjadi perhatian setelah Yamaha memilih tidak mengirimkan timnya ke Qatar.
Di tengah polemik tersebut, MotoGP tetap menyatakan sebagian besar peserta akan mengikuti balapan di Sirkuit Internasional Lusail. Namun, keputusan Yamaha membuat ketegangan antara pembalap, pabrikan, dan penyelenggara semakin terlihat.
Sejumlah pembalap juga memilih mengambil langkah pencegahan. Marc Marquez dan Pedro Acosta, misalnya, menyatakan akan tiba di Qatar pada waktu paling akhir yang memungkinkan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian di tengah situasi keamanan kawasan Timur Tengah. Dengan demikian, penyelenggaraan GP Qatar kini tidak hanya menghadapi persoalan teknis balapan, tetapi juga perbedaan sikap mengenai risiko perjalanan dan keselamatan.