Namun, persoalan Manchester United tidak berhenti pada keputusan VAR. Di balik kontroversi tersebut, performa tim asuhan Carrick dinilai masih jauh dari harapan.
MU baru mengoleksi satu kemenangan dari empat pertandingan pembuka Premier League. Dengan empat poin, Manchester United berada di posisi ke-13 klasemen, bahkan tertinggal dari tim promosi Hull dan Ipswich Town.
Situasi itu mulai membuat sebagian suporter mempertanyakan keputusan mempertahankan Carrick. Statusnya sebagai pelatih interim pada periode sebelumnya dinilai belum cukup untuk membuat dia mendapatkan kepercayaan penuh ketika banyak pilihan tersedia pada bursa musim panas.
Carrick kini memasuki periode penting untuk membuktikan diri. Baru lima pertandingan dijalani pada awal musim, tetapi tekanan sudah meningkat tajam. Laga melawan Brighton di kompetisi EFL pada Rabu menjadi kesempatan penting untuk menghentikan tren buruk.
Kegagalan di laga tersebut akan menjadi persoalan besar bagi Carrick menjelang jeda internasional yang lebih panjang. Meski masih mendapat dukungan penuh dari jajaran petinggi klub, dia tetap dituntut segera menemukan formula yang mampu mengembalikan Manchester United ke jalur kemenangan.