Tresoldi mengawali perjalanan sepak bolanya bersama tim muda Fontanelle saat berusia 12 tahun. Di bawah arahan Bedini, dia mampu mencetak gol ketika menghadapi pemain-pemain yang berusia dua tahun lebih tua darinya.
Ayah Tresoldi, Emanuele, pernah berkarier sebagai pemain bertahan di Siena. Namun, Nicolò justru ditempatkan sebagai penyerang tengah oleh Bedini, meski postur tubuhnya saat itu belum memenuhi gambaran fisik penyerang yang dicari sejumlah klub Italia.
“Saya menggunakannya sebagai penyerang tengah, meskipun dia tidak memiliki tinggi badan dan postur seperti kebanyakan penyerang. Nicolò belum pernah bermain sepak bola pada level seperti itu. Untuk beberapa waktu, dia bermain tenis sama seringnya dengan bermain sepak bola,” kata Bedini.
Menurut Bedini, Tresoldi juga menjalani seleksi di sejumlah klub lain dan bermain sepak bola lima lawan lima. Dalam format permainan tersebut, dia tetap mampu menunjukkan perbedaan kualitas dibandingkan pemain lain.
Perjalanan Tresoldi kemudian berlanjut ke Jerman. Pada 2017, keluarganya pindah ke negara tersebut karena pekerjaan ibunya di sebuah perusahaan penerbangan. Setahun kemudian, Tresoldi bergabung dengan akademi Hannover 96 untuk melanjutkan perkembangan karier sepak bolanya.