"FIFA berterima kasih kepada Kevin atas dua tahun pengabdiannya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya."
Lamour sebelumnya bergabung dengan UEFA pada 2006 ketika Michel Platini masih menjabat sebagai presiden. Dia juga menjadi bagian dari tim Infantino saat pria asal Swiss itu mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada 2014.
Pada 2024, Lamour kemudian dipercaya menduduki posisi Chief Operating Officer FIFA. Hanya dua tahun setelah mendapatkan jabatan tersebut, kariernya di FIFA berakhir di tengah kontroversi besar terkait rencana investasi privat yang menuai penolakan dari berbagai pihak.