Rencana itu langsung memicu kemarahan dari berbagai elemen sepak bola dunia. Sejumlah asosiasi anggota FIFA menilai proposal tersebut belum disampaikan secara memadai kepada mereka.
Infantino kemudian mengirim surat kepada 211 asosiasi anggota FIFA. Dia menjanjikan pembayaran masing-masing 30 juta poundsterling jika mereka mendukung proposal tersebut. Rencana itu membutuhkan suara mayoritas untuk dapat disahkan.
Namun, dukungan terhadap proposal tersebut justru merosot dengan cepat. Hanya beberapa hari setelah FIFA mengumumkan rencana tersebut, proposal investasi privat akhirnya diputuskan tidak dilanjutkan.
Kontroversi itu juga membuat posisi Infantino menghadapi tekanan politik yang semakin besar. UEFA bahkan mengancam memboikot sejumlah agenda FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri.
Sejumlah asosiasi sepak bola nasional juga disebut mulai menarik dukungan terhadap Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027. Presiden CONCACAF Victor Montagliani menjadi salah satu nama yang diyakini sedang mempertimbangkan kemungkinan maju melawan Infantino.