Meski harus mengejar defisit dua gol, Gavin Lee masih melihat peluang bagi Singapura. Dia menilai dukungan suporter dan kemampuan skuadnya dapat menjadi modal untuk membalikkan keadaan.
"Kami telah memperkecil selisih menjadi satu gol, dan dengan skuad saat ini, segalanya mungkin," ujarnya.
Di sisi lain, Anthony Hudson memuji organisasi pertahanan dan penyelesaian akhir para pemain Thailand. Pelatih asal Inggris itu bahkan menilai timnya masih memiliki peluang untuk mencetak gol lebih banyak.
“Kami sebenarnya bisa mencetak satu atau dua gol lagi. Tetapi di semifinal dan final, yang terpenting adalah memenangkan pertandingan.”
Thailand kini membawa keunggulan 3-1 ke Bangkok. Leg kedua semifinal Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di Stadion Rajamangala pada 18 Agustus.
Tugas Singapura tidak mudah. Sejak Piala AFF menggunakan format gugur dua leg, hanya sedikit tim yang mampu bangkit setelah kalah dengan selisih dua gol pada pertandingan pertama. Bahkan, belum pernah ada tim yang berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol pada leg pertama.
Meski demikian, Singapura memiliki catatan positif saat menghadapi Thailand. Mereka pernah mengalahkan Thailand di final Piala AFF pada 2007 dan 2012. Rekor tersebut menjadi salah satu alasan Singapura masih memiliki alasan untuk percaya diri sebelum menjalani leg kedua di Bangkok.