Perjalanan De la Fuente menuju panggung Ballon d'Or terbilang unik. Berbeda dengan sejumlah pelatih ternama yang sebelumnya berstatus pemain bintang, dia membangun reputasinya secara bertahap melalui pembinaan pemain muda.
Setelah menjalani karier sebagai pesepak bola dan sempat melatih klub tanpa pencapaian menonjol, De la Fuente menemukan iklan lowongan pelatih tim junior Federasi Sepak Bola Spanyol pada 2013. Dia kemudian melamar dan dipercaya menangani Timnas Spanyol U-19.
Keputusan tersebut menjadi titik balik kariernya. Selama 13 tahun berikutnya, dia berkembang bersama sistem pembinaan Spanyol hingga mengantarkan tim senior menjuarai UEFA Nations League 2023, Euro 2024, dan Piala Dunia 2026. Sejumlah pemain yang pernah dibinanya di level junior turut menjadi bagian dari kesuksesan tersebut.
Kepercayaan diri De la Fuente terlihat sejak awal Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Dia menegaskan Spanyol memiliki skuad terkuat meski sempat ditahan imbang tanpa gol oleh tim debutan Cape Verde pada pertandingan pembuka.
Performa La Roja kemudian meningkat sepanjang turnamen. Spanyol berhasil menyingkirkan salah satu favorit juara, Prancis, dengan skor 2-0 pada semifinal.