Usut tak punya usut, masalah itu terjadi akibat ada kerusuhan sipil di Iran dalam beberapa bulan terakhir. Kerusuhan itu jelas ada sebabnya, yakni akibat adanya protes kematian Mahsa Amini.
Perempuan berusia 22 itu ditangkap karena mengenakan jilbab yang dianggap tidak pantas. Mahsa Amini pun meninggal dunia 16 September 2022 usai ditahan polisi moral Iran.
Menjelang Piala Dunia 2022, itu adalah masalah yang jadi besar bagi tim nasional Iran. Sang pelatih Carlos Queiroz menunjukkan kekesalannya saat ditanya tentang masalah tersebut.
Sebelumnya, para pemain Iran menunjukkan dukungan mereka sendiri untuk orang-orang di kampung halaman dengan tidak menyanyikan lagu kebangsaan menjelang pertandingan grup pertama mereka melawan Inggris yang kalah 2-6. Namun, Iran membuat salah satu kejutan dengan mengalahkan Wales di pertandingan kedua mereka.
Sementara itu, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat menjelang pertandingan. Tepatnya, setelah tim media sosial Amerika Serikat menghapus lambang "Allah" Republik Islam dari bendera Iran di sebuah pos.
Hal itu menyebabkan media milik negara Iran meminta FIFA untuk melarang Amerika Serikat selama 10 pertandingan, dan mengeluarkannya dari Piala Dunia.