Ajax juga memiliki dua kiper muda, Joeri Heerkens dan Paul Reverson. Namun, Kraay menilai pilihan pelatih caretaker Fred Grim menurunkan Maarten sangat logis.
"Itu (pemilihan Maarten Paes) sangat logis. Paes bukan pemain sembarangan," ucapnya.
Menurut Kraay, Maarten bukan hanya sekadar pengganti, tapi kiper dengan kualitas cukup solid dan pengalaman internasional.
"Saya pikir dia kiper yang lumayan, tidak lebih, tidak kurang. Saya tidak berpikir, 'Astaga, Fred Grim pasti kesulitan tidur (karena bingung memilih pengganti Vitezslav Jaros),'" tambahnya.
Debut ini menjadi momen penting bagi Maarten untuk menunjukkan kualitasnya di liga utama Belanda dan sekaligus memperkuat posisinya di Timnas Indonesia. Penampilan apik di Ajax diprediksi bisa membuka peluang lebih besar bagi kariernya di Eropa.
Jika tampil sesuai ekspektasi, Maarten tidak hanya mengamankan posisi di Ajax, tetapi juga memperkuat reputasinya sebagai kiper andalan Indonesia di level internasional. Laga kontra NEC Nijmegen pun jadi sorotan penggemar dan media sepak bola Belanda.