Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sertifikat Hilang akibat Banjir Sumatra, Menteri ATR: Negara Jamin Hak Tetap Diakui
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Riset ITB Sebut Banjir Sumatra Dipicu Hujan Ekstrem Siklon Senyar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:00:00 WIB
Terungkap! Riset ITB Sebut Banjir Sumatra Dipicu Hujan Ekstrem Siklon Senyar
Koordinator Tim Riset CENAGO Heri Andreas menjelaskan, riset CENAGO ITB mengungkap banjir Sumatra 2025 dipicu hujan ekstrem akibat Siklon Senyar. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Banjir Sumatra 2025 dipicu hujan ekstrem akibat fenomena Siklon Tropis Senyar. Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil kajian forensik berbasis geospasial yang dilakukan Center for Analysis and Applying Geospatial Information (CENAGO) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kajian komprehensif itu menyimpulkan kapasitas sistem pengendalian banjir yang ada memang tidak dirancang untuk menghadapi skala cuaca ekstrem yang terjadi saat bencana.

CENAGO menyelesaikan analisis mendalam berbasis presipitasi ekstrem, karakteristik hidrologi tiga daerah aliran sungai (DAS Badiri, Garoga dan Batang Toru), perubahan tutupan lahan serta simulasi hidrologi-hidrolika.

Koordinator Tim Riset CENAGO Heri Andreas menegaskan, faktor cuaca ekstrem menjadi pemicu dominan dalam peristiwa tersebut.

“Jika secara kuantitatif kontribusi perubahan tutupan lahan yang dituduhkan relatif kecil, maka penetapan pertanggungjawaban mutlak (strict liability) terhadap pihak tertentu perlu ditinjau kembali demi objektivitas,” kata Heri, Jumat (20/2/2026).

Analisis citra satelit resolusi tinggi menunjukkan anomali presipitasi yang sangat jarang terjadi saat Siklon Tropis Senyar melanda.

Pada akhir November 2025, curah hujan tercatat mencapai level ekstrem 150-300 milimeter per hari hingga sangat ekstrem di atas 300 milimeter per hari.

Heri menjelaskan model probabilitas menunjukkan kejadian tersebut masuk kategori R700 hingga R1000.

"Model probabilitas kami menunjukkan ini masuk kategori R700 hingga R1000, yang artinya siklus kejadian sekali dalam 700 hingga 1.000 tahun. Angka ini melampaui standar mitigasi banjir yang umumnya dirancang hingga R50," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, CENAGO menilai bencana berada pada level yang secara perencanaan memang melampaui kapasitas sistem pengendalian banjir nasional.

Hasil analisis perubahan tutupan lahan menunjukkan porsi alih fungsi lahan oleh tiga korporasi relatif kecil terhadap luas DAS. Rinciannya, PT AR sekitar 1,6 persen, PT TBS sekitar 0,4 persen dan PT NSHE sekitar 0,02 persen. CENAGO menyebut kontribusi tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dampak cuaca ekstrem.

Dalam simulasi berbagai skenario, termasuk kondisi seluruh DAS berupa hutan, kontribusi korporasi terhadap banjir tetap rendah.

Hasilnya menunjukkan, PT AR berkontribusi 0,32 persen terhadap banjir dan menambah runoff 0,71 persen, PT NSHE sekitar 0,05 persen dan runoff 0,01 persen serta PT TBS berkontribusi 1,7 persen dengan runoff sekitar 0,06 persen. Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa faktor meteorologis ekstrem menjadi pemicu utama.

Kajian ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Memahami Root Cause Banjir Sumatera 2025 untuk Rekonsiliasi Konklusi Berbasis Keilmuan yang digelar 18 Februari 2026 di Jakarta.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut