Pep Guardiola Jadikan Kalimat Mistis Johan Cruyff di Final 1992 Sebagai Motivasi Kalahkan PSG

Quadiliba Al Farabi
Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Foto: REUTERS)

Petuah-petuah Cruyff selalu teringat dan terbawa hingga kini dia menjadi pelatih. Tak jarang, petuah itu ia yakini menjadi semacam 'mantra' di setiap timnya menjalani laga berat hingga menjadi juara.

“Saya belajar dari Johan Cruyff, nikmati permainannya. Nikmati tanggung jawab. Nikmati tekanannya. Itu adalah elite,” kata Guardiola dikutip dari laman resmi klub.

“Kalimat mistis sebelum kami memainkan final di Wembley melawan Sampdoria pada tahun 1992. Dia berkata 'pergi keluar dan nikmati'. Saya tahu saya tidak akan mengatakan ini karena saya bukan Johan Cruyff,” ujarnya.

Namun, dia meminta para pemainnya rileks saat bertandingan. Dia berharap pemainnya mengganggap pertandingan semifinal itu layaknya hanya laga persahabatan.

“Itulah mengapa yang terbesar memenangkan kompetisi ini karena mereka bermain seperti pertandingan persahabatan. Itulah yang ingin saya lihat di tim saya,” ucap Guardiola

“Kami merasa terhormat menjadi salah satu dari empat tim terbaik musim ini dan itu harus dinikmati. Inilah yang ingin saya lihat pada pemain saya,” ujarnya.

Editor : Ibnu Hariyanto
Artikel Terkait
Soccer
6 jam lalu

Hasil Lengkap Liga Inggris: Arsenal Jauhi Man City, Chelsea Keok

Soccer
3 hari lalu

Liam Rosenior Blak-blakan usai Chelsea Dipermalukan PSG di Paris

Soccer
3 hari lalu

Komentar Federico Valverde usai Borong 3 Gol ke Gawang Man City: Seperti Mimpi!

Soccer
3 hari lalu

Kena Mental, Pep Guardiola Pesimistis usai Man City Dihajar Real Madrid 0-3

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal