Dampaknya meluas ke sejumlah pemain keturunan Indonesia, termasuk Nathan, yang sempat tidak diizinkan beraktivitas bersama klub.
Bahkan, dia tidak diperbolehkan masuk fasilitas latihan selama proses pemeriksaan berlangsung.
“Di satu sisi, itu sangat aneh,” kata Nathan Tjoe-A-On dikutip dari Brabants Dagblad.
“Di sisi lain, semua keributan itu bertepatan persis dengan jeda internasional, ketika saya berada di Indonesia. Jadi saya pikir semuanya dibesar-besarkan di Belanda dibandingkan dengan apa yang saya rasakan," ujarnya.
"Terlebih lagi: ketika saya berada di sana, sudah mulai jelas bahwa solusi akan ditemukan," lanjutnya.