Pada musim sebelumnya, perjalanan Persib di ACL 2 harus terhenti di fase grup setelah mereka finis di posisi keempat Grup F. Dengan raihan lima poin dari satu kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan, Persib gagal melaju ke babak 16 besar dan menutup perjalanan mereka lebih awal.
Musim ini, dengan beberapa perubahan di komposisi skuat dan strategi yang dibawa pelatih Bojan Hodak, Persib Bandung optimistis bisa mengangkat prestasi mereka di kancah Asia. Target mereka jelas, tidak hanya sekadar lolos fase grup, tapi juga menunjukkan kekuatan Indonesia di panggung internasional.
Persib Bandung juga diharapkan bisa memanfaatkan pengalaman dari musim lalu untuk memperbaiki performa dan menyiapkan mental bertanding menghadapi klub-klub papan atas Asia Timur. Dukungan dari suporter fanatik Persib dan seluruh elemen pendukung Indonesia akan menjadi energi tambahan yang sangat berharga.
Dengan jadwal dan persiapan matang, Persib Bandung siap menyambut tantangan AFC Champions League 2 2025-2026 dengan tekad membara. Laga kontra Manila Digger FC akan menjadi momen pembuka yang penuh arti, menandai perjalanan baru Persib di pentas Asia yang penuh persaingan ketat.