Perkara yang sudah ditutup FIFA berkaitan dengan hubungan kontraktual Persib pada periode 2022. Kasus tersebut sebelumnya diajukan oleh Robert Rene Alberts yang pernah menjadi pelatih Maung Bandung.
Manajemen Persib langsung melakukan penelaahan setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara tersebut. Klub kemudian mengambil langkah penyelesaian dengan memenuhi kewajiban pembayaran sesuai mekanisme yang berlaku.
"Alhamdulillah, kami bersyukur proses ini telah diselesaikan dengan baik. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara lama yang berkaitan dengan periode 2022, kami langsung menentukan langkah yang diperlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku. FIFA kemudian secara resmi menyatakan proses perkara ini telah ditutup dan FIFA Registration Ban terkait perkara tersebut telah dicabut secara permanen," tulis Persib di laman resmi klub.
Manajemen Persib menilai penyelesaian perkara tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab klub dalam menghormati keputusan regulator. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga tata kelola Persib sebagai klub sepak bola profesional.
"Bagi kami, setiap keputusan regulator harus dihormati dan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab. Ketika terdapat kewajiban yang harus diselesaikan, kami menentukan prioritas dan mengambil langkah yang diperlukan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Prinsip ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menjaga profesionalisme dan tata kelola Persib," lanjut mereka.