Ia menambahkan kolaborasi dengan Pemprov DKI melibatkan sejumlah BUMD, seperti Bank Jakarta, PAM Jaya, MRT, dan TransJakarta. Dukungan itu tidak diberikan gratis, karena Persija juga harus membuat konten dan bekerja sama dengan perusahaan terkait.
“Jadi tidak diberikan uang secara cuma-cuma uang. Jadi manajemen juga harus bekerja untuk membuat konten atau kerjasama dengan perusahaan itu dan kami diawasi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas alias Bepe, menanggapi ledekan ‘Anak Papa’ dengan santai. Dia menilai sebutan itu sudah terdengar sejak masih aktif bermain dan tidak perlu dipermasalahkan.
“Saya enggak mau jawab masalah itu ya. Karena rasanya sebutan 'Anak Papa' itu sejak saya masih main ya. Jadi udah terlalu expired untuk dibahas,” pungkas Bepe.
Ledekan ini menegaskan perhatian media sosial terhadap Persija Jakarta menjelang musim kompetisi baru, namun manajemen dan legenda klub tetap fokus pada persiapan tim demi raihan prestasi.