Meski bermain pada momen ulang tahun, Souza menolak menganggap PSIM Yogyakarta sebagai lawan enteng. Dia menilai Laskar Mataram sudah menunjukkan kualitas sebagai tim promosi yang berbahaya di Super League 2025/2026.
“Besok kami akan menghadapi tim yang sangat kuat. Tim yang sangat terorganisasi ya. Dari beberapa pertandingan mereka sudah menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang bermain baik dan mencapai target-targetnya,” jelas Souza.
PSIM Yogyakarta memang datang ke SUGBK dengan status tim promosi, tetapi performanya impresif. Tim besutan Jean Paul Van Gastel itu sementara bertengger di peringkat keempat klasemen dengan koleksi 22 poin.
Di sisi lain, Persija Jakarta saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 26 poin. Macan Kemayoran masih tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Borneo FC, sehingga kemenangan atas PSIM Yogyakarta menjadi harga mati jika ingin terus menempel di papan atas.
Souza menegaskan target Persija Jakarta tidak berubah meski laga dibalut nuansa perayaan ulang tahun.
“Tapi tujuan kami selalu sama: masuk ke lapangan dan mencoba meraih tiga poin dimanapun kami bermain, kami selalu mencari kemenangan. Semoga besok kami bisa mendapatkan tiga poin itu. Karena itu akan membuat para pendukung Persija bahagia, dan kami juga,” tukas Souza.
Tiga poin di HUT ke-97 akan punya dua dampak sekaligus bagi Persija Jakarta. Selain menjadi kado manis untuk The Jakmania di SUGBK, kemenangan juga menjaga tekanan ke Borneo FC dalam persaingan gelar Super League 2025-2026, sambil menahan laju PSIM Yogyakarta yang sedang panas sebagai tim promosi.