Bambang tetap mengingatkan adanya kemungkinan perubahan situasi sebelum pertandingan digelar. Karena itu, Persija berharap tidak ada persoalan yang muncul dalam rentang waktu menuju laga pada 12 September 2026.
“Dan semoga dari saat saya berbicara ini sampai dengan hari-H nanti tidak ada suatu yang bisa berpotensi menghalangi digelarnya pertandingan itu,” tambahnya.
Bagi Bambang, duel Persija kontra Persib bukan pertandingan biasa. Pertemuan dua klub dengan basis suporter besar tersebut memiliki nilai prestise sekaligus membawa nama kompetisi sepak bola Indonesia.
“Karena pertandingan ini sangat-sangat penting, prestise tidak hanya bagi kedua klub, tapi juga bagi Liga. Dan semoga bisa menghadirkan tontonan yang menarik, kompetitif, dan tentu memperlihatkan bahwa sepak bola Indonesia tetap pada jalur kompetitif dan baik-baik saja,” tutur Bepe.
Jika laga benar-benar berlangsung di SUGBK, The Jakmania berpeluang kembali memberikan dukungan langsung kepada Persija di Jakarta ketika menghadapi Persib. Situasi ini memiliki arti tersendiri karena Macan Kemayoran sudah cukup lama tidak berstatus tuan rumah saat menghadapi Maung Bandung di ibu kota.