Memasuki babak kedua, PSIM meningkatkan intensitas serangan. Laskar Mataram mencoba menekan pertahanan Persis sejak awal, namun barisan belakang tim tamu tampil disiplin.
Persis tetap mampu menciptakan ancaman balik pada pertengahan babak kedua. Sayangnya, setiap peluang yang tercipta masih belum menemui sasaran.
Menjelang akhir laga, PSIM semakin agresif. Serangan bertubi-tubi diarahkan ke area pertahanan Persis, namun solidnya organisasi bertahan Skuad Sambernyawa membuat kebuntuan tak terpecahkan.
Hingga laga berakhir, skor 0-0 tak berubah. PSIM Yogyakarta dan Persis Solo harus puas berbagi satu poin dalam duel sarat gengsi Derby Mataram.
PSIM Yogyakarta: Cahya Supriadi; Franco Mingo (c), Rendra Teddy, Raka Cahyana, Yusaku Yamadera; Fahreza Sudin, Ze Valente, Rahmatzoda; Nermin Haljeta, Vidal, Riyanto Abiyoso.
Pelatih: Jean-Paul Van Gastel.
Persis Solo: Vukasin Vranes (GK); Althaf Indie, Dusan Mijic, Kadek Raditya, Luka Dumancic; Alba (c), Miroslav Maricic, Zanadin Fariz; Irfan Jauhari, Roman Paparyha, Yabes Roni.
Pelatih: Milomir Seslija.