PT LIB Tersandung Kasus Penggelapan Hak Siar, Manajer Persebaya Ragukan Transparansi

Fitradian Dimas Kurniawan
Para pecinta bola Tanah Air menjadi korban kekisruhan manajemen PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang memutus hak siar MNC Group. (Foto: Liga Indonesia Baru)

“Untuk kami, sistem pelaporan selama ini sudah memenuhi kaedah. Cuma ini kan ketika ada kisruh seperti ini, kami juga bertanya-tanya, apakah transparasi yang diberikan selama ini sudah 100 persen atau memang ada hal-hal yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

“Sejak 2018 hingga sekarang, PT. LIB menerapkan hak komersial sama rata. Jadi 18 klub dibagi dengan nilai nominal tertentu yang menurut kami kurang fair. Karena mulai dari peringkat 1 hingga degradasi mendapat nilai yang sama,” tutur Chandra.

“Untuk 2018, kami menerima Rp7-7,5 miliar untuk satu klub. Kemudian di 2019, berkurang lagi menjadi Rp5,1 miliar. Dan di tahun ini, sesuai dengan planning bisnis dari LIB, setiap klub menerima Rp3,4 miliar untuk hak komersial,” ucapnya.

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sambut Super League 2026-2027, Gelandang Timnas Punya Misi Khusus

57 tahun lalu

Persebaya Targetkan Juara Super League 2026-2027, Revolusi Skuad Dilakukan

57 tahun lalu

Kelakar Pramono Mood Hilang gegara Persija Tak Juara, Minta Kado 500 Tahun Jakarta

57 tahun lalu

Ramadhan Sananta Blak-blakan Tergoda Gabung Persebaya karena Ingin Reuni dengan Sosok Spesial

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal