Dalam skenario tersebut, Timnas Indonesia hanya akan berada sekitar 24 jam di Yordania sebelum bertolak ke Siprus. Di negara itu, skuad Garuda direncanakan menjalani pertandingan melawan Kuwait.
Namun, rencana tersebut kembali menemui kendala karena salah satu tim tidak bersedia bermain di Siprus. Ridho menduga Kuwait menjadi pihak yang tidak menyetujui lokasi pertandingan tersebut.
"Kami kemudian mendapatkan rencana untuk menggelar pemusatan latihan di Siprus. Rencananya, kami hanya berada sekitar 24 jam di Yordania sebelum kembali ke Siprus untuk menjalani pertandingan melawan Kuwait. Namun, ternyata salah satu tim tidak bersedia bermain di Siprus. Sepertinya Kuwait yang tidak bersedia," ujarnya.
Setelah rencana di Siprus tidak berjalan, muncul opsi lain untuk menggelar pertandingan di Turki. Meski demikian, Ridho mengaku belum mengetahui calon lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia.
"Setelah itu, kami mendapatkan informasi terbaru bahwa pertandingan akan digelar di Turki. Namun, saya juga belum mengetahui siapa lawannya. Mungkin memang belum ada kesepakatan dengan tim yang akan dihadapi. Jadi, saya mohon agar hal ini bisa dipahami karena mereka juga sudah berusaha keras untuk mencarikan lawan tanding bagi kami," sambungnya.