Gelandang legendaris AC Milan Gennaro Gattuso menyebut orang Italia materialistis. Lalu dia malah puji-puji Inggris setinggi langit. (Foto: Eurosport)
Reynaldi Hermawan

MILAN, iNews.id - Gelandang legendaris AC Milan Gennaro Gattuso menyebut orang Italia materialistis. Lalu dia malah puji-puji Inggris setinggi langit.

Gattuso dikenal sebagai gelandang bertahan yang lama mengabdi untuk panji I Rossoneri. Pemain yang dijuluki Rino itu memakai seragam Milan dari 1999-2012.

Ada 10 trofi yang dia persembahkan untuk Klub Kota Mode Italia itu. Di antaranya dua scudetto dan dua Liga Champions.

Selain itu Gattuso juga pernah ditunjuk sebagai pelatih Milan. Sayangnya prestasinya sebagai allenatore tak secemerlang saat masih berstatus pemain.

Di level timnas, sumbangsih Gattuso juga patut diacungi jempol. Dia yang membantu Gli Azzurri juara Piala Dunia 2006 di Jerman usai mengalahkan Prancis.

Namun anehnya Gattuso justru tak begitu suka dengan orang-orang di negaranya. Mantan bos Napoli itu justru lebih nyaman dengan masyarakat Inggris.

"Di sini, di Italia, orang-orang jauh lebih materialistis, mereka menilai Anda dari harta benda Anda, jam tangan apa yang Anda miliki, pakaian apa yang Anda kenakan, dan sebagainya," kata Gattuso dikutip dari situs UEFA, Selasa (12/10/2021).

"Tetapi di Inggris orang-orangnya lebih tulus, mereka menilai Anda apa adanya, sebagai pribadi. Pengalaman saya di sana mengubah cara saya menjalani hidup," ujarnya.

Gattuso memang sempat meniti karier di Tanah Inggris Raya. Sebelum gabung AC Milan, dia sempat bermain untuk Klub Skotlandia, Rangers FC.

Di sana dia mengaku banyak belajar arti hidup sebenarnya. Bahkan Gattuso juga menemukan pujaan hati yang kini jadi istrinya Monica Romano di Skotlandia.

"Saya menghabiskan tiga tahun di Rangers dan di sanalah saya bertemu istri saya, yang berasal dari keluarga Skotlandia-Italia," ujarnya.

"Saya belajar banyak di Inggris. Saya sangat menghormati budaya Inggris, mentalitas orang-orangnya. Bukan hanya dari segi sepak bola, tetapi cara hidup secara umum. Ketika saya pertama kali pergi ke sana, saya baru berusia 18 tahun. Seluruh pengalaman itu luar biasa. Itu mengubah cara saya memandang hidup," ucapnya.

Bersama Milan, Gattuso juga punya pengalaman tak terlupakan di Inggris tepatnya Stadion Old Trafford, Manchester. Di kota tersebut dia membantu I Rossoneri juara Liga Champions 2003 setelah mengalahkan rival domestik Juventus pada laga final via adu penalti.


Editor : Reynaldi Hermawan

BERITA TERKAIT