Shin Tae-yong menjelaskan keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri ketika memimpin Skuad Garuda. Kondisi tersebut membuat program latihan lebih banyak difokuskan untuk memastikan kesiapan fisik pemain menghadapi pertandingan.
"Ketika menangani tim nasional, kami harus menjalani dua pertandingan dalam waktu sembilan hari. Oleh sebab itu, fokus utama latihan lebih banyak diarahkan pada pengaturan kondisi fisik pemain agar mereka siap menghadapi pertandingan," tambahnya.
Situasi berbeda dirasakan Shin Tae-yong setelah menangani Persija Jakarta. Kompetisi liga yang berlangsung panjang memberinya kesempatan lebih besar untuk memantau perkembangan pemain sekaligus mengevaluasi performa tim secara mendalam.
Dia bisa mengidentifikasi kekurangan yang muncul dalam pertandingan, kemudian menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk menyusun program latihan berikutnya.
"Sementara itu, dalam kompetisi liga bersama klub, kami memiliki kesempatan untuk mengevaluasi berbagai kekurangan yang muncul dalam pertandingan. Kekurangan tersebut kemudian diperbaiki melalui latihan sebagai persiapan menghadapi laga berikutnya," kata Shin Tae-yong.