Insiden ini terjadi menjelang laga yang sangat penting bagi Irak, yakni kontra Timnas Indonesia dan Arab Saudi pada Oktober 2025 dalam lanjutan babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Ali minta maaf kepada pelatih dan presiden IFA, dan berjanji tidak akan mengulangi tindakannya, terutama saat Irak akan menjalani kualifikasi Piala Dunia 2026," lanjutnya.
Federasi pun telah memberikan peringatan keras kepada Ali agar menahan emosi dan menjaga sikap profesional. Bahkan ia diwajibkan menjalani latihan pengendalian emosi oleh staf pelatih.
“IFA sudah mengancam Ali, selain itu meminta dia untuk menjalani latihan untuk menjaga emosi dan tidak berperilaku kasar, karena pelatih [Arnold] selalu ingin timnya menang meski hanya pemain persahabatan,” imbuh sang sumber.
Lebih lanjut, Mohanad Ali disebut sudah mengirimkan permintaan maaf secara pribadi kepada Chanathip melalui rekannya di timnas Irak, Rebin Sulaka, yang saat ini bermain di Liga Thailand bersama Port FC.
Timnas Indonesia akan menghadapi Irak dalam pertandingan penting pada 11 Oktober 2025 mendatang. Duel ini rencananya akan digelar di Jeddah, Arab Saudi, sebagai bagian dari format sentralisasi babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.