Pengalaman menghadapi tim Asia menjadi modal penting bagi Herdman saat menangani Timnas Indonesia. Bersama Kanada U-23 dan tim senior, dia mencatat hasil positif dalam uji coba internasional lewat variasi formasi.
Kanada pernah bermain imbang 1-1 melawan Jepang U-21 menggunakan 4-4-2 dengan dua gelandang bertahan. Mereka kemudian menang 2-0 atas Qatar lewat skema 4-2-3-1, bermain imbang 2-2 kontra Bahrain dengan formasi 3-5-2, serta menaklukkan Jepang 2-1 menggunakan 4-4-2.
Rangkaian hasil itu menunjukkan kecakapan Herdman menyesuaikan rencana permainan dengan karakter lawan.
Karakter fleksibel tersebut dinilai selaras dengan profil pemain Indonesia yang cepat, dinamis, dan kuat dalam transisi. Materi pemain sayap lincah, agresif dalam duel, serta mampu bermain dalam tempo tinggi memberi ruang besar bagi Herdman untuk mengeksplorasi variasi skema tanpa membatasi diri pada satu sistem.
Kesaksian mantan pemain Kanada memperkuat reputasi Herdman. Bek Kanada, Kamal Miller, menyebut dia sebagai sosok yang mampu membangun kebersamaan tim sekaligus menyiapkan detail taktik secara rinci.
"Dia sangat mahir dalam membangun chemistry tim dan rendah hati. Ada banyak pelatih yang tampak ingin terlihat lebih besar daripada timnya, tetapi dia selalu memberikan penghargaan kepada pemain dan mempersiapkan dengan sangat detail untuk setiap pertandingan,” kata Kamal Miller, dikutip dari FIFA.