"Terus hampir juga ke Kelantan, Malaysia juga itu. Akhirnya mungkin sudah rezekinya di Persiraja, dua tahun di sana. Alhamdulillah dilirik sama Garudayaksa dan bisa promosi seperti itu," tambahnya.
Andik mengaku bersyukur bisa kembali tampil di kompetisi tertinggi Indonesia. Dia tidak ingin usia menjadi alasan untuk kehilangan kesempatan bersaing dengan pemain yang lebih muda.
"Saya juga bersyukur bisa kembali ke Super League. Pokoknya intinya saya menolak tua seperti itu. Insyaallah," ujar Andik.
Mantan pemain Persebaya Surabaya itu mengatakan salah satu kunci menjaga performanya adalah disiplin dalam merawat kondisi fisik. Dia bahkan memiliki kebiasaan menambah porsi latihan secara mandiri di luar program tim.
"Saya selalu punya prinsip sendiri. Pokoknya bagaimana caranya saya itu tiap hari harus lelah. Lelah dalam arti latihan seperti itu," tutur Andik.