Tujuh anggota tim medis yang terlibat kini kembali menghadapi tuduhan pembunuhan karena kelalaian medis dalam perawatan sang legenda.
Para terdakwa terdiri dari dokter, psikiater, psikolog, hingga perawat yang menangani perawatan Maradona pada masa terakhir hidupnya.
Jaksa menilai tempat Maradona dirawat sebagai “teater horor” karena dugaan minimnya standar medis selama proses pemulihan berlangsung.
Dalam persidangan, jaksa Patricio Ferrari menunjukkan foto terakhir Maradona yang memperlihatkan kondisi tubuhnya di hari kematian.
“Ini cara dia meninggal,” ujar Ferrari di ruang sidang dikutip dari The Sun.
“Di rumah horor tempat Diego Maradona meninggal, tidak ada satu pun yang melakukan tugasnya,” tambah dia.